Selamat Datang di Laman Resmi KPU Kabupaten Tanggamus ----- Melayani Rakyat Menggunakan Hak Pilihnya -----

10 Desember 2010

KPU Gelar Raker Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2012

Jakarta, mediacenter.kpu.go.id- Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) untuk Tahun Anggaran 2012, hari ini, Kamis (9/12) Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Rapat Kerja (Raker) teknis dengan KPU Provinsi seluruh Indonesia. Tema Raker kali ini adalah “Sinkronisasi Program Kegiatan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Dalam Rangka Penyusunan Renja Tahun 2012.

Raker dilaksanakan di ruang sidang lantai II, Gedung KPU Jl. Imam Bonjol, Jakarta. Peserta yang diundang adalah Ketua, Anggota, Sekretaris dan Kabag (Kepala Bagian) Program dan Data KPU provinsi. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, sampai 11 Desember.

Hadir dalam pembukaan, Ketua KPU Prof. Hafiz Anshary, AZ, MA; Anggota KPU Sri Nuryanti, Prof. Syamsulbahri; Endang Sulastri; Abdul Aziz; Sekjen KPU Suripto Bambang Setyadi; Wakil Sekjen KPU Asrudi Trijono; serta para Kepala Biro dan Wakil Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU.

Mengawali pidato sambutannya, Ketua KPU mengucapkan belasungkawa atas wafatnya ayah mertua Anggota KPU Sri Nuryanti dan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum. “Bu Yanti saat ini masih dalam suasana berduka, tapi karena panggilan tugas, beliau dapat hadir di tengah-tengah kita,” ucapnya.

KPU, lanjut Hafiz Anshary, telah mengeluarkan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Strategis (RENSTRA) KPU Tahun 2010-2014. “Dengan Renstra tersebut, kita memiliki visi, misi, arah, tujuan dan strategi KPU ke depan. Ini adalah pedoman kita dalam menyusun Renja yang merupakan kelanjutan dari RPJM,” tandasnya.

Hafiz juga mengingatkan, agar dalam menyusun Renja, KPU tetap harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Meskipun KPU adalah lembaga yang independent, tetapi dalam menyusun Renja, kita harus tunduk pada peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, menurut Ketua KPU, dalam menyusun Renja, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian khusus. Pertama, mengacu pada draft revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, dimana tahapan pemilu harus sudah dilakukan paling lambat 30 bulan sebelum hari H, maka itu berarti tahapan Pemilu 2014 sudah dimulai pada Oktober 2011. “Karena itu, anggaran tahun 2011 harus sudah memperhitungkan persiapan Pemilu 2014, meskipun mungkin hanya akan dilakukan oleh KPU Pusat, yakni penyusunan Peraturan KPU,” katanya.

Kedua, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu, KPU bersifat hierarkis. Artinya, Renja yang akan disusun merupakan program kolektif. “Tetapi tentu saja angkanya tidak boleh melebihi pagi indikatif,” ingatnya.

Terakhir, Ketua KPU berpesan, sebaik apa pun rencana, dan seberapa besar pun anggaran yang tersedia, tanpa kesolidan serta keharmonisan antara Komisioner dan Sekretaris, maka Renja yang disusun tidak memiliki arti yang signifikan. “Dengan semangat Tahun Baru Hijriyah, kita bangun dari “tidur”, sehingga kita menjadi KPU yang dipercaya oleh rakyatnya,” ajak Hafiz Anshary mengakhiri sambutannya. (dd/FS/red)

0 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya
Cara Membuat Blog Blogger Indonesia