Selamat Datang di Laman Resmi KPU Kabupaten Tanggamus ----- Melayani Rakyat Menggunakan Hak Pilihnya -----

23 Januari 2017

Pemilih Masih Dibutuhkan Pada Pilkada Paslon Tunggal

Gambar sumber. kpu.go.id
Ngabang, kpu.go.id -  Kehadiran masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dengan satu pasangan calon (Paslon) masih sangat dibutuhkan. Pemilih masih mempunyai alternatif lain dalam menentukan hak pilihnya walaupun Pilkada tersebut hanya diikuti oleh paslon tunggal, Sabtu (21/1).

"Sebetulnya pilihan itu ada alternatifnya. Bisa memilih Paslon atau tidak memilih. Tapi itu harus dinyatakan, bukan kemudian tidak hadir pada proses pemungutan suara," ungkap Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hadar Nafis Gumay.

jika tidak setuju dengan Paslon yang ada, pemilih bisa menentukan pilihannya dengan mencoblos kotak kosong yang terdapat di surat suara.

"Ini memang agak unik, tapi inilah demokrasi kita di Indonesia, tentu ini baru. dan ini sesuatu yg secara aturan main diperbolehkan. Tidak apa-apa. Jadi Pilkada dengan satu Paslon itu ada di sistem negara kita," lanjutnya.

Hal itu diungkapkan Hadar saat melakukan sosialisasi tata cara pemungutan suara kepada para pemilih dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak, yang digelar di Taman Kota Intan, Landak, Kalimantan Barat (Kalbar). Seperti yang diketahui, Kabupaten Landak, Provinsi Kalbar merupakan salah satu dari 9 daerah yang Pilkadanya hanya diikuti oleh satu paslon. 

Hadar menambahkan, jika nantinya yang memperoleh suara terbanyak adalah paslon, maka Paslon tersebut akan dinyatakan sebagai pemenang dan Landak akan mempunyai Bupati yang definitif. Begitu juga sebaliknya, jika yang memperoleh suara terbanyak adalah kotak kosong, itu berarti masyarakat tidak setuju dengan calon tersebut dan akan digelar kembali Pilkada pada tahun berikutnya. Dan pemerintah akan menunjuk penjabat dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Landak.

"Makanya pelajari betul konsekuensi bapak ibu dalam memilih karena ini merupakan hal yang penting. Tentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing," kata Hadar.

Di kesempatan tersebut, Hadar juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam simulasi itu untuk menciptakan Pilkada yang bersih, tertib, dan damai serta menghormati pilihan yang berbeda.

"Mari kita ciptakan Pilkada yg lancar tertib dan bersih. Kalau ada mengasih uang, itu tidak boleh. Tentukan sendiri berdasarkan keyakinan kita, bukan karena ada iming-iming uang," ajaknya.

Selain diikuti oleh masyarakat yang terbiasa memilih, dalam simulasi tersebut juga terlihat pemilih pemula yang turut antusias mengikuti simulasi yang baru mereka rasakan. Turut hadir pula ketua dan anggota KPU Provinsi Kalbar, Ketua dan Anggota KPUKabupateb Landak, Penjabat Bupati Landak, unsur Muspida, PPK, PPS dan KPPS serta undangan lainnya. (ook/red. FOTO KPU/ook/Hupmas)
Sumber. kpu.go.id

0 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya
Cara Membuat Blog Blogger Indonesia